Mahasiswa PWK Juara Pertama : “Paper Competition Padjadjaran Fest and Conference” 2019

BY SAPPK · 18/01/2020

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih juara pertama dalam “Paper Competition Padjadjaran Fest and Conference”. Prestasi dalam agenda yang diadakan FISIP UNPAD 13 November 2019 lalu, itu diraih oleh tim yang terdiri atas tiga mahasiswa prodi Teknik Planologi yakni Ruhkhis Muhtadin, Azkabellajati S., dan Hanan Annisa.
Tim mampu menyabet gelar juara pertama dengan paper bertajuk “Alternative Framework Models for Bolstering the Regional Economics of Indonesian Border Areas Based on LED and END”. Karya mahasiswa Teknik Planologi angkatan 2016 itu mampu mengalahkan paper dari ratusan peserta lain.
Paper Ruhkhis dkk. ini dilatarbelakangi permasalahan mengenai internalisasi ekonomi regional dalam proses peningkatan kemandirian suatu wilayah. Ketergantungan suatu wilayah terbentuk akibat tidak adanya proses sinergis dalam pemanfaatan sumber daya lokal, sehingga tidak terjadi nilai tambah yang signifikan. Hambatan pengelolaan ekonomi wilayah tersebut berpotensi dapat menimbulkan rendahnya iklim investasi daerah, khususnya pada konteks wilayah perbatasan.
Seperti dilansir laman kemahasiswaan.itb.ac.id, (22/10/19), Ruhkhis dan tim pun menawarkan terobosan baru dengan membuat permodelan ekonomi dan skema baru terkait kerangka peningkatan ekonomi regional menggunakan local economic development dan jejaring pusat-pusat pertumbuhan (growth pole network). Dalam metodenya, mahasiswa asal Malang ini juga membuat inovasi baru dengan memasukkan parameter kelayakan uji keekonomian ke dalam modelnya. Ia menggabungkan persamaan gap eksisting dan ideal serta parameter keekonomian lain untuk menentukan level kelayakan yang paling optimal.
Dengan terobosan tersebut, permodelan percepatan ekonomi wilayah perbatasan ini diharapkan bisa dilakukan lebih cepat jika dibandingkan dengan metode yang telah diimplementasikan sebelumnya oleh pemerintah. Selain itu, terobosan baru ini disebut memungkinkan untuk menganalisis banyak kasus hambatan ekonomi wilayah dengan hanya mengubah data masukan parameter karakteristik tiap-tiap daerah.
Ruhkhis dan tim membuat paper ini sejak Agustus silam dengan modal mempelajari buku – buku perkuliahan yang telah didapatkan pada semester – semester sebelumnya. Ke depan, Ruhkhis berharap dapat mengembangkan dan menyempurnakan inovasinya itu. Ia mengaku, masih berupaya menghilangkan parameter-parameter asumsi kelayakan yang masih digunakan dalam paper tersebut. Di sisi lain, ia pun mendorong mahasiswa – mahasiswa ITB lainnya untuk membuat karya inovatif yang nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Selama kita belajar di ITB, jangan sibuk terus dengan masalah akademik. Jangan lupakan bahwa sebagai mahasiswa, kita punya kewajiban untuk berkarya karena karya dan ilmu kita ditunggu oleh masyarakat di luar sana,” ujar dia.

Lihat juga : https://kemahasiswaan.itb.ac.id/welcome/tampil_berita/748/mahasiswa-itb-sabet-juara-1-paper-competition-di-padjajaran-fest-and-conference-2019

penulis : Ruhkhis Muhtadin

Berita Terkait